Perbedaan jumlah rukun shalat yang 13



 Rukun-rukun Sholat

(فصل) في بيان أركان الصلاة

Fasal ini menjelaskan tentang rukun-rukun sholat.

(أركان الصلاة سبعة عشر) وهذه طريقة من جعل الطمأنينات في محالها الأربع أركاناً
مستقلة كما في الروضة

*Rukun-rukun sholat ada 17.
Jumlah 17 ini menurut penghitungan ulama yang menjadikan tumakninah-tumakninah yang
berada di 4 (empat) tempat dalam sholat sebagai hitungan tersendiri,
seperti dalam kitab ar-Roudhoh.

وعدها بعضهم ثمانية عشر بزيادة نية الخروج من الصلاة كأبي شجاع والصحيح أ ا
سنة

*Sebagian ulama ada yang menghitung rukun-rukun sholat menjadi 18 rukun dengan menambahkan satu rukun berupa niat
keluar dari sholat, seperti Abu Sujak. Menurut pendapat shohih, niat keluar dari sholat adalah suatu kesunahan.

وعدها بعضهم كذلك أيضاً لكن لا بما ذكر بل بزيادة الموالاة كما في الستين والمعتمد
أ ا شرط للركن

*Sebagian ulama lain ada yang menjadikan rukun-rukun sholat berjumlah 18 juga, tetapi tidak menambahinya dengan rukun niat keluar dari sholat, melainkan menambahi rukun yang berupa muwalah (berturut-turut), seperti dalam kitab as-Sittin. Menurut pendapat mu’tamad, muwalah dalam sholat adalah syarat rukun.

وعدها بعضهم أربعة عشر بجعل الطمأنينات في محالها الأربع ركناً واحداً لاتحاد جنسها

*Sebagian ulama lain menjadikan rukun-rukun sholat berjumlah 14, yaitu dengan menjadikan tumakninah-tumakninah sebagai satu rukun dengan alasan persamaan jenis.

وبعضهم خمسة عشر بزيادة قرن النية بالتكبير كما في التحرير والمعتمد أ ا هيئة للنية

*Sebagian ulama ada yang menjadikan rukun-rukun sholat berjumlah 15 dengan menambahkan rukun berupa menyertakan niat
dengan takbiratul ihram, seperti dalam kitab at-Tahrir. Menurut pendapat mu’tamad, menyertakan niat dengan takbiratul ihram
bukan termasuk rukun, melainkan ia adalah haiah atau pertingkah dari niat sendiri.

ومنهم من جعلها تسعة عشر بجعل الخشوع ركناً كالغزالي

*Sebagian ulama, seperti al-Ghazali menjadikan rukun-rukun sholat berjumlah 19, yaitu dengan menjadikan khusyuk termasuk
salah satunya.

ومنهم من جعلها عشرين بزيادة ذات المصلى والصواب أنه لا يعد من الأركان في
الصلاة لأن لها صورة في الخارج يمكن تعقلها وتصورها بدون تعقل مصل وفارقت نحو
الصوم حيث عدوا الصائم ركناً بعدم وجود صورة محسوسة في الخارج فيه

*Sebagian ulama lain ada yang menjadikan rukun-rukun sholat berjumlah 20, yaitu dengan menambahkan diri (dzat) musholli sebagai salah satunya. Pendapat yang benar adalah tidak menganggap diri musholli sebagai salah satu rukun sholat dikarenakan diri musholli memiliki bentuk nyata yang memungkinkan untuk dilogika dan dideskripsikan tanpa susah payah.

Hal ini berbeda dengan puasa yang mana para ulama menghitung shaaim (orang yang berpuasa) sendiri sebagai rukun dikarenakan
puasa tidak memiliki bentuk yang dapat diinderawi secara nyata.

وعد بعضهم فقد الصارف من الأركان

*Sebagian ulama memasukkan faqdu shorif (tidak adanya sesuatu yang membatalkan sholat) sebagai salah satu rukun sholat.

وعلى عد هذه الزوائد أركاناً تكون جملتها ثلاثة وعشرين والمعتمد ما في المنهاج وغيره
من جعلها ثلاثة عشر بجعل الطمأنينة هيئة تابعة للركن ثمانية أفعالاً وهي النية والقيام
والركوع والاعتدال والسجود والجلوس بين السجدتين والجلوس الأخير والترتيب وخمسة
أقوالا تكبيرة التحرم والفاتحة والتشهد والصلاة على النبي صلى االله عليه وسلّم والسلام
قال محمد البقري وقد شبهت الصلاة بالإنسان فالشرط كحياته والركن كرأسه
والأبعاض كأعضائه والهيئات كشعوره التي يتزين ا

Berdasarkan hitungan jumlah rukun dengan menambahkan tambahan-tambahan yang telah disebutkan dari awal sebagai termasuk rukun-rukun sholat menurut masing-masing ulama, maka rukun-rukun sholat secara total berjumlah 23 rukun. Pendapat yang mu’tamad adalah yang tertulis dalam kitab Minhaj dan lainnya, yaitu menjadikan rukun-rukun sholat berjumlah 13 dengan pertimbangan
menjadikan tumakninah sebagai haiah atau pertingkah yang mengikuti rukun, bukan rukun tersendiri.

Secara garis besar, rukun-rukun sholat dibagi menjadi 2 (dua), yaitu rukun af’aal (perbuatan) dan aqwal (ucapan).

Rukun-rukun af’aal ada 8 (delapan), yaitu (1) niat, (2)berdiri, (3) rukuk, (4) i’tidal, (5) sujud, (6) duduk antara dua sujud, (7) duduk akhir, dan (8)tertib.

Sedangkan rukun-rukun aqwaal ada 5
(lima), yaitu (1) takbiratul ihram, (2) al-Fatihah, (3) tasyahhud, (4)sholawat kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama, dan (5) salam.

 

As

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang mandi wajib

Wanita yang haram untuk dinikahi